Senin, 25 Oktober 2010

Setiap orang akan menjadi pribadi
seperti yang diposisikan di dalam mentalnya.

Orang yang memposisikan diri sebagai anak buah,
yang bekerja untuk menunggu pensiun,
...tidak akan menjadi orang muda penerobos.

Dia justru tak sabar mem-fast-forward masa muda,
segera menua, dan segera pensiun.

Sayang sekali ya?

Seorang pemimpin menjadi pemimpin,
karena dia tidak bisa melihat dirinya
sebagai selain pemimpin.

Mario Teguh
Wahai Subuh nan damai

Engkau sahabat setia hidupku
yang setia bangun sebelum aku bangun

...Terima kasih atas pengertian
yang kau sisipkan di hati ini

agar aku bersyukur dan gembira
saat kuterima rahmat berlimpah

dan tak berputus asa
saat ancaman bahaya tiba
yang sesungguhnya tiada lain
disebabkan oleh kesalahan
yang telah kukerjakan
dengan tanganku sendiri

Tuhan, jadikanlah hari ku ini
damai dan penuh rezeki

Amien
Ada orang yang jika terancam kesulitan,
dia meratap, menjadi alim dalam sekejap,
dan status FB-nya penuh doa dan nasehat baik.

Tapi, asal dia sudah merasa sedikit aman,
...dia akan kembali congkak dan
berlaku yang tidak pantas bagi doa dan
nasehatnya sendiri.

Orang yang patuhnya kepada yang benar
seperti datang dan perginya air pasang,
akan juga berezeki pasang dan surut,
sampai datang tsunami.

Tuhan, ampunilah kami
Orang yang mendengar nasehat baik, lalu mengatakan

“Ah, sok tahu!”

adalah orang yang stress karena kelemahan hidupnya,
tetapi belum ikhlas memulai perubahan yang akan membahagiakannya.

Dia adalah jiwa baik yang membutuhkan kasih sayang.
Perhatikanlah awan-awan gelap
yang menutupi kecemerlangan matahari.

Anda memang tak lagi dapat melihat
keindahan dari birunya langit,
tetapi Anda masih dapat melihat
garis tepi keperakan yang mengitari
awan-awan gelap itu.

Belajarlah untuk selalu melihat hikmah
dan kemungkinan cemerlang di dalam
segelap-gelapnya keadaan.

Anda jiwa kecintaan Tuhan.

Tidak ada niat Tuhan

selain memuliakan Anda.

Mario Teguh

Selasa, 19 Oktober 2010

Perkutut Manggung

ketika saya lewat di rumah tetangga yang super mewah, saya melihat seekor perkutut manggung (bekicau) hur ketekung kung kung kung. rasanya hati ini ikut tentram, damai rasanya di desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. selintas terbersit burung ini begitu istimewa, harganya saja sampai ratusan juta padahal dia manggung hanya hur ketekung kung kung kung. mungkin karena dia istiqamah sehingga untuk makanpun dia tak usah pergi ke pasar untuk cari kajang ijo, pelet dan sesekali kroto. si empunya burung sudah memberikan pelayanan istimewa pada si perkutut. kandang dibersihkan, tiap pagi dimandikan, dicarikan kandang spesial pula. sesekali perawatan kesehatan. ramuan kencur dan bawang putih untuk menjaga kualitas suara dan kesehatannya. lagi-lagi si burung manggung hur ketekung kung kung kung. ah kira-kira setiap harinya si perkutut memang seperti itu dan harus seperti itu melafatkan hur ketekung kung kung kung. dikala ia sakit, sehat, marah, lomba, bahagia, makan bahkan mau tidur dia mengucapkan lafat itu. super istiqamah. sesekali dilombakan selalu menang. makin mahal saja harga perkutut tetanggaku itu.ah perkutut itu mahal bukan karena sangkarnya tapi kualitas dia manggung hur ketekung kung kung kung. semakin istiqamah semakin berkualitas. saya belum pernah menjumpai perkutut bilang A,B,C dst. mungkin jika ada pastinya ia bukan perkutut tapi beo. perkutut tetanggaku itu kehidupannya serba terjamin.

seringkali saya melihat diri sendiri, berkata A pada suatu hari. berkata B, pada suatu saat, berkata c pagi hari. berkata Z di sore harinya. mana sebutan istiqamah yang pernah saya lakukan? bahkan sering plin plan untuk beberapa urusan dan menjurus-jurus ke arah munafik-munafik. mencampur adukkan yang bathil dan yang haq demi tercukupinya kebutuhan. mungkin saja kebutuhan takkan akan tercukupi terus, lalu kapan kebutuhan akan tercukupi. bukankah di dunia ini jika menurutkan nafsu tak ada selesainya kecuali nafsu tersebut mati bersama jasad ini? mungkin saja kita perlu menjadi perkutut manggung. siang malam kita sebut asmaNya, Allah Allah Allah. dalam keadaan apappun dan dimanapun kita tetap menekuri Allah Allah Allah. istiqamah dalam mnegingat padaNya. kita mungkin layaknya seekor perkutut. sekali lagi yang mahal itu perkututnya bukan sangkarnya. ruhani kita juga penting disamping selalu mengurusi kebutuhan jasad. ruhanilah yang kelak akan bertemu Dia, sedangkan jasad akan dikembalikan dari yang tiada kembali ke yang tiada. namun sering kita terjebak mempoles dan mencukupi kebutuhan jasad mati-matian dan melupakan kebutuhan rohani. dalam berbagai kesempatan ontran-ontran untuk mempercantik raga selalu mendapat tempat, sedangkan kecantikan sesungguhNya adalah bila kita dekat dengan Nya. mengasihi sesama, menjaga alam dan tunduk dibawah perintahNya. dalam berbagai kesempatan kita coba mengucapkan Allah Allah Allah. lalu pertanyaan selanjutnya adalah "Ya Allah kewajiban apa yang hendaknya saya lakukan dalam kondisi seperti ini?' jika sudah lakukan. mungkin jika begitu istiqamahnya Dia akan mendekati kita dan mencukupkan apapun terhadap kita. dan yang pasti kita akan bersamaNya besok pada suatu saat dalam surgNya. amin. wallahu a'lam.hur ketekung kung kung kung.
Syukurilah pekerjaan Anda,
walau mungkin kecil dalam pandangan Anda
dan orang lain, dan kerjakanlah dengan keikhlasan
untuk menghasilkan.

...Jika Anda dikenal sebagai pribadi
yang melebihkan kontribusi, semua orang kuat akan
memperebutkan Anda untuk dipercayakan
pekerjaan-pekerjaan terbaik.

Itulah cara yang meninggikan jiwa jujur yang sederhana,
di atas mereka yang sangat berbakat tapi yang banyak alasan.

Mario Teguh